jump to navigation

Tidak untuk TV September 23, 2012

Posted by endah in Hepi family.
Tags: ,
add a comment

Didunia yang semakin ekstrim, harus punya  kuda kuda atau penjagaan yang harus ekstrim juga. Kita sekeluarga belum sepenuhnya lepas dari yang namanya mahluk kotak itu. Tapi kami sedang mencoba untuk tidak bergantung dan pada akhirnya tanpa TV kami bisa menikmati hiburan. Alfatih sendiri tidak kami biasakan untuk nonton TV dari kecil, walaupun bukan sama sekali tidak memang. Alfatih masih suka nonton adzan maghrib, shaun the sheep, atau mancing mania.Kami akui anak anak memang seperti spons, apa yang mereka liat,itu yang mereka serap. Tidak pasti, dalam sehari sibocil bisa sama sekali tidak nonton TV, atau kalo nonton TV cuma beberapa menit dan sambil lalu, itupun dia udah tau mana yang namanya sule..#eaaa….
Tapi siapa bilang anak kecil ga sibuk, alfatih sibuk lhoo, jadi ga harus lah berlama lama nonton TV. Biar dia menikmati dunia yang real dan mengeksplorasi imajinasinya.
Konsekuensi yang lain pasti ada, kami harus rela dia mainan alat alat masak sampai tepung
didalam rumah, menyiapkan buku buku menarik untuk dibaca, atau membiarkan mainannya di”bengkel”in. Tapi itu lebih baik daripada informasi yang dia dapat di TV tanpa arahan. Jadi kami sekeluarga mengurangi nonton TV mulai dari sekarang walaupun kadang kalo diajak temen ngomongin drama korea atau infotainment bunda suka ga apdet, biarin ajah..qqiiqqi..pisss 😀

Advertisements

Pelajaran dari Ibu February 6, 2012

Posted by endah in Hepi family.
add a comment

Aku punya satu adik, jujur aja waktu kecil dan karena masih kecil juga, kita berdua suka iri – irian. Misal mimah dibeliin sepatu baru, kadang aku suka iri. Atau aku yang dibeliin baju baru mimah ngambek cemberut. Padahal aku yakin sekarang, ibu gak bermaksud membeda bedakan. Itu karena anggarannya Cuma cukup untuk satu anak. Toh kalau ibu punya uang lebih pun, kita selalu dibelikan baju kembaran, sampe banyak banget baju kita sama model dan warnanya. Atau kalo emang aku dibeliin sepatu terus mimah di beliin baju baru. Walaupun pada akhirnya, pas udah gede dan ukuran badan kita sama, dan kita sama sama perempuan, jadilah suka tuker tukeran baju, rok dan jilbab.
Sekarang, lagi lagi sekarang aku udah jadi ibu untuk anakku. Walaupun anakku baru satu dan belum punya adik. Tapi ngerasain jangan sampe anakku ada yang merasa tidak diperhatikan. Sekarang aku tau ibuku juga ga pernah membeda bedakan antara aku dan mimah. Masing masing punya tempat yang sama dihati ibu. Masing masing punya tempat yang gak bisa digantikan oleh siapapun. Dan aku percaya, ibu pasti memberikan yang terbaik untuk kita berdua. Jadi Pelajaran pertama
# Cinta ibu kepada anak anaknya itu sama, tidak ada yang dibeda-bedakan
Satu lagi, pelajaran yang aku ambil dari ibu. Ibu ga pernah membandingkan anak anaknya. Karena setiap kepala beda karakter. Aku sama mimah memang Saudara kandung. Yang dididik dengan nilai yang sama, lahir dari akar yang sama. Tapi lagi lagi, Saudara itu seperti lima jari tangan, serupa tapi tidak sama. Dan ibu kami tidak pernah membandingkan antara aku dan mimah. Pelajaran Kedua adalah
# Setiap anak spesial, dan ibu tidak pernah membanding bandingkan.

Kata Ibu, banyak hal yang tidak ada di buku, tapi ada dihati untuk jadi seorang ibu…Luv U mamitoooo:D

Semakin banyak cinta… December 23, 2010

Posted by endah in Hepi family.
1 comment so far

Hari ini, disepanjang jalan emerald town house (yang suatu saat keluarga rizal katanya akan punya rumah disana  ) aku bercerita kepada suamiku tentang apa yang semalam aku fikirkan..Dulu sebelum Alfatih lahir aku sangat khawatir apakah aku bisa menjaga amanah dari Alloh ini dengan baik atau tidak. Bahkan, menggendong bayi baru lahir saja aku tidak bisa, apalagi memandikan, membungkus tubuhnya agar hangat, atau mengganti popoknya. Kuyakin suamiku juga sangat khawatir dan cemas, menyambut bayi perdana dalam kehidupan kami. Tetapi seiring dengan waktu dan saatnya tiba, kami mulai belajar, belajar dari nol. Saat nya teori yang kami baca selama masa masa penantian kami praktekan dalam sebuah laboratorium, dan preparatnya adalah anak kami, yang bahkan tak boleh ada salah sekalipun . Benar kata pepatah, guru terbaik menjadi orang tua adalah anak, dan Alfatih adalah guru terbaik kami..
Sekarang usia Alfatih 8 bulan, hidup kami semakin berwarna, rumah kami selalu ramai diiringi tawa. Delapan bulan waktu yang tidak lama bagi kami berdua, tapi seorang bayi kecil itu mengajarkan kami berdua banyak ilmu, tentang kesholehan, kebaikan, kesehatan, dan cinta. Ketika sekarang suamiku akan berangkat kerja, pasti ada semangat besar yang membuncah, begitu pun ketika pulang kantor harus kuliah dulu, pasti tersimpan kerinduan yang dalam untuk anak kami. Begitu juga aku, Alfatih adalah semangatku untuk menjadi orang yang lebih baik, lebih pintar, lebih khusyu dan lebih sabar menghadapi apapun..
Sekarang kami memang punya Alfatih, anak pertama yang Alloh karuniakan kepada EndahdanRizal, yang banyak cinta bahkan tak terhingga kami curahkan untuk buah hatikami. Beberapa tahun lagi jika Alloh mengijinkan, insyaAlloh kami memiliki beberapa anak yang sholeh sholeha dan akan ada semakin banyak cinta yang akan mengisi hati dan rumah kami. Aku berfikir, dengan lahirnya anak kedua ketiga dan seterusnya, cinta ayah dan bunda bukan terbagi untuk adik atau kaka, tetapi cinta kami akan semakin besar,dan semakin banyak, cinta Alfatih kepada adik adiknya semakin merekah dan cinta adik kepada kakak akan tumbuh dengan sendirinya..
Ya Alloh, cintai kami, cintai keluarga kami dan anak anak kami, masukkan kami kedalam golongan orang orang baik yang membela agamaMu, yang selalu ada dijalanMu..amiiin

Bapak Tutung..dan aku bangga menjadi anaknya September 1, 2010

Posted by endah in Hepi family.
1 comment so far

Di semesta kampung bulak bapak tutung udah gak asing lagi, sepeda ontel, gaya yang blak blakan dan ringantangan dalam membantu orang itulah sifat bapak kami.

Aku dan adikku biasa memanggil bapak kami dengan bapak tutung karena diawal awal usia kami sangat susah memanggil beliau dengan kata sukur, yaiyalah secara anak kecil gak bisa bilang “r”

dan kami sangat bangga memiliki bapak seperti bapak tutung, karena kesederhanaan dan sifat baiknya yang beliau juga tularkan kepada kami. kalau ada yang sakit atau kesusahan bapak pasti orang yang pertama dengan sigap membantu. Diusianya yang sudah 58, walau tubuhnya kurus tapi semangatnya tetap membara dan organ organ tubuhnya masih bekerja dengan sangat baik, tapi seiring dengan waktu bapak jadi agak rentan kalau keujanan atau bahkan cuma kegerimisan..

Kesibukan setelah purnabakti bapak tutung adalah bercocok tanam, mengaji mengaji dan mengaji.. Jadwal mengaji bapak tutung sangat padat, di Bani umar, Masjid Quba, Daruul Muttaqiin, Masjid Kebon Manggis, belom lagi mamah dedeh, Quraish Shibah dan Ustz. Danu di TV..Subhanallah bapak kami semangatnya..

Kalo soal tanam menanam, bapak juga jagonya wah dirumah udah kaya taman buah, seperti cita cita bapak waktu muda katanya kalo udah punya cucu pingin punya banyak pohon buah buahan. Sebut saja jeruk bali, pisang, pepaya, jambu biji, rambutan, sawo,mangga dan nangka, sayur sayuran dan bumbu bumbu dapur yang sudah tersedia di kebun..

bapakibu

Aduuh bapak, kayanya baru kemarin jalan jalan bareng ke pondok kacang barat sama ibu, liat liat pameran pesawat di kemayoran, curhat curhat ke bapak yang selalu bocorin ke ibu dan tea walk ke puncak bareng bapak, eh sekarang bapak udah pensiun ajah, rambut bapak hmapir putih semua, tapi bapak tetap bapak tutung kami yang seperti biasanya, yang baik hati dan tulus hatinya….

Surat untuk bapak.. September 1, 2010

Posted by endah in Hepi family.
Tags: ,
add a comment

Teruntuk bapakku yang sangat kucintai karena Alloh

Bapak, surat ini endah tulis bertepatan dengan hari pertama pendaftaran depkeu. Kalo lah endah ditakdirkan oleh Alloh diterima dan bekerja sekarang di djp itu semua karena budi baik dan doa restu ibu dan bapak

Endah tau, siang malam ibu dan bapak selalu mendoakan endah dan mimah, agar kita berdua sukses dan mandiri. Teringat 2 tahun yang lalu bapak dan ibu selalu berada disamping, ditengah, didepan dan dibelakang untuk mendukung endah…

Alhamdulillah dari 96000 orang yang mendaftar, endah termasuk 1927 orang yang lulus di departemen sri mulyani indrawati idola bapak. Kalolah bukan karena doa ibu dan bapak yang utama endah ga mungkin bisa lulus disana,…

Dukungan ibu dan bapak disetiap tahapan sangat berarti untuk endah. Belum sempat endah minta maaf sama ibu dan bapak karena endah marah diikutin ibu dan bapak waktu tes pertama, endah masih ingat bapak sholat dhuha di masjid bppk purnawarman waktu endah tes, inget ga pak kita jadi orang kedua yang dateng pas tes kesehatan di pusdiklat bea cukai?? Dan selesai jam 2 an, endah masih ingat bapak nunggu endah pas lari dipinggir lapangan, trus selesai lari kita minum pocari di pinggir jalan dan endah masih inget endah ditanya sama penjualnya kalo endah anak bapak. Karena sebelumnya bapak sudah cerita dengan bangga tentang endah

Tahap ke empat kita jadi orang pertama yang dateng ke kantor pusat djp.. Bapak masih tetap sholat dhuha sebelum endah diwawancara

Bapak selalu ada disana, untuk berada ditengah..
Bapak selau ada di depan sebagai pembimbing dan penasehat anaknya yang masih polos
Bapak tetap disamping untuk sama sama belajar, inget kan pak gimana repotnya bapak moto pohon jeruknya po naw biar endah lulus psikotest..
Dan bapak orang yang bersama ibu senatiasa dibelakang untuk berdoa dan memohon kepada Alloh

Tidak akan pernah terbalas jasa jasa bapak dan ibu sampai kapanpun..

Terimakasih ya Alloh telah mentrakdirkan kami lahir dan dibesarkan oleh orang yang luar biasa seperti ibu dan bapak kami..

Alhamdulillah sekarang endah udah PNS, seperti citacita ibu bapak dan akhirnya menjadi citacita endah..

Endah uniati