jump to navigation

Bapak Tutung..dan aku bangga menjadi anaknya September 1, 2010

Posted by endah in Hepi family.
trackback

Di semesta kampung bulak bapak tutung udah gak asing lagi, sepeda ontel, gaya yang blak blakan dan ringantangan dalam membantu orang itulah sifat bapak kami.

Aku dan adikku biasa memanggil bapak kami dengan bapak tutung karena diawal awal usia kami sangat susah memanggil beliau dengan kata sukur, yaiyalah secara anak kecil gak bisa bilang “r”

dan kami sangat bangga memiliki bapak seperti bapak tutung, karena kesederhanaan dan sifat baiknya yang beliau juga tularkan kepada kami. kalau ada yang sakit atau kesusahan bapak pasti orang yang pertama dengan sigap membantu. Diusianya yang sudah 58, walau tubuhnya kurus tapi semangatnya tetap membara dan organ organ tubuhnya masih bekerja dengan sangat baik, tapi seiring dengan waktu bapak jadi agak rentan kalau keujanan atau bahkan cuma kegerimisan..

Kesibukan setelah purnabakti bapak tutung adalah bercocok tanam, mengaji mengaji dan mengaji.. Jadwal mengaji bapak tutung sangat padat, di Bani umar, Masjid Quba, Daruul Muttaqiin, Masjid Kebon Manggis, belom lagi mamah dedeh, Quraish Shibah dan Ustz. Danu di TV..Subhanallah bapak kami semangatnya..

Kalo soal tanam menanam, bapak juga jagonya wah dirumah udah kaya taman buah, seperti cita cita bapak waktu muda katanya kalo udah punya cucu pingin punya banyak pohon buah buahan. Sebut saja jeruk bali, pisang, pepaya, jambu biji, rambutan, sawo,mangga dan nangka, sayur sayuran dan bumbu bumbu dapur yang sudah tersedia di kebun..

bapakibu

Aduuh bapak, kayanya baru kemarin jalan jalan bareng ke pondok kacang barat sama ibu, liat liat pameran pesawat di kemayoran, curhat curhat ke bapak yang selalu bocorin ke ibu dan tea walk ke puncak bareng bapak, eh sekarang bapak udah pensiun ajah, rambut bapak hmapir putih semua, tapi bapak tetap bapak tutung kami yang seperti biasanya, yang baik hati dan tulus hatinya….

Comments»

1. fatima - October 30, 2010

haha, alhamdulillah punya bapak kaya bapa sukur
mana ada si orang kmpung bulak yg tau betapa banyaknya pengalaman bapak tutung, siapa si yang nyangka bapak tutung pernah ke Aceh, Padang, dll kalo cuma liat dari tampilan luarnya doang..
Emang bener2 si bapa manusia langka, dan ibu kita beruntung bisa melestarikanya..hehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: