jump to navigation

Bibbiy is Our Nanny… January 13, 2012

Posted by endah in A-Z Become Mommy.
Tags: ,
2 comments

Bibi adalah Nanny nya alfatih kalo bahasa kerennya begitu, Bibi udah ikut kami sejak Af masih didalam perut dan kita masih numpang dirumah Uti, Tepatnya tanggal 20 Maret 2010 si bibi yang lugu dateng ke rumah kami shubuh shubuh di anter adik iparnya bapak. Bibi rumahnya dikampung, tetapi tepatnya adalah digunung. Kalo diitung itung masa kerjanya bibi sama dengan umurnya Alfatih ditambah seminggu. Udah banyak sekali drama drama yang terjadi dengan si Bibi, mulai dari pas lahir aku jeles ama Bibi yang deket banget ama Af. Bibi ini punya anak seumuran aku dan si ayah, tapi belum punya anak, makanya pas Af lahir dan berkesempatan ngurus anak dari kecil dia emang bener bener sayang. Aku tau bibi sayang banget sama anakku, tapi pas pasca lahiran kemarin aku baby blues jadi aku suka sebel ama si bibi. Ada ada aja lah alesan aku sampe aku marah marah kedia, walaupun akhirnya berakhir dengan berpelukan sama bibi dan minta maaf.
Punya Nanny yang usianya cukup tua artinya kita ga terlalu khawatir karena meraka telaten, sabar dan ngemong sekali. Hari berganti hari, akhirnya aku dan bibi punya porsi masing masing dengan Af. Kalo aku dan ayah dirumah pas malam dan wiken, si Bibiy ya bukannya jaga jarak dengan Af. Tapi emang dia tau saat nya Af manja manjaan sama ayah dan bundanya. Pada dasarnya bibiy adalah asisten kami untuk mengasuh af bukan pengganti ayahbundanya.
Bibi sekarang menjadi bagian dari keluarga kami, ga ada bedanya dan kami gak akan membeda bedakan. Karena aku tau, dia selalu mementingkan kebutuhan anakku dan udah jadi sahabat Af. Pasti lah ga seratus persen selalu cocok, kadang ada sedikit bumbu bumbu perbedaan. Tapi, aku gak akan pernah masalah dengan itu.
Mungkin bibi kami juga bukan bibi yang selalu menyenangkan, sama seperti aku juga yang kadang menyebalkan. Tapi aku merasa bibi cukup bisa dipercaya karena kepolosan dan kejujurannya. Misalnya waktu Alfatih pas 6 bulan aku kasih MPASI kabocha dan ternyata muntah. Bibi bilang di telepon kalo af muntah padahal kayanya menurut aku gak mungkin. Dia bicara apa adanya bukan membuat aku senang. Mungkin namanya juga bibi yang level pendidikannya Cuma sampe kelas enam SD, kadang ga bisa milih kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan ayahbunda. Tapi dibalik semuanya itu, aku sudah sangat nyaman dengan bibi kami itu, bukan hanya aku tapi ayah dan Alfatih juga gitu. Satu hal yang bikin aku ga khawatir, bibi ga suka nonton sinetron dan ga terlalu suka nonton TV. Hal ini juga sepertinya yang membuat Af ga suka nonton TV. Nonton si awal awal, tapi lama lama dia lupa dan asyik sama mainan- mainannya.
Dan aku menyadari ga selamanya bibi ikut kami, karena usianya sudah tidak lagi muda dan suatu saat dia udah punya cucu sendiri, mungkin lebih memilih merawat cucunya sendiri dirumah. Paling tidak bibi memberikan banyak pelajaran juga kepada keluarga kami untuk arti keikhlasan dan mencintai pekerjaan. Terimakasih bibi, sudah menjaga Alfatih kami dengan sabar dan penuh kasih sayang.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.